Social Icons

.

Pages

Jumat, 28 Februari 2014

Enam Hal Penyebab Permusuhan dan Pertengkaran



Pertama: Mentaati syetan. 
Allah berfirman :
Dan Katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. (Q.S. al-Isra’ 53)

Dari Abu Sufyan, dari Jabir ia berkata, Nabi bersabda : Sesungguhnya syetan telah berputus asa untuk disembah orang-orang yang sholat di jazirah Arab akan tetapi ia (tidak berputus asa) untuk menaburkan benih perselisihan diantara mereka. (H.R. Muslim)

Kita Semua Saudara

Sesungguhnya umat Islam adalah umat yang bersih, suci dalam hal aqidah, ibadah, dan pergaulan. Nabi  telah melarang umat ini dari hal-hal yang menyebabkan perpecahan, permusuhan dan dendam. Beliau bersabda :
“ Janganlah saling membenci, mendengki, memusuhi dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Dan tidaklah dihalalkan bagi seorang muslim untuk memutuskan hubungan dengan saudaranya sampai tiga malam, ketika saling bertemu saling membelakangi, dan yang terbaik diantara mereka berdua adalah yang memulai dengan salam “. (H.R. Bukhari dan Muslim).
 Dan sabdanya pula yang menganjurkan untuk saling mencintai dan lemah-lembut :
Demi Dzat yang jiwaku berada ditangan-Nya, tidaklah kalian masuk surga sampai kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman sampai kalian saling mencintai. (H.R. Muslim)

Minggu, 09 Februari 2014

Mengapa Harus Berhusnudzon Kepada Allah SWT?


*Oleh: M. Maman Rosdiawan

1. Karena husnu dzon sebagai bentuk respon seruan dari firman Allah ta’ala :
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan Sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan. (Q.S. al-Anfal 24)  

Berhusnudzon Kepada Allah yang Sebenarnya




*Oleh: M. Maman Rosdiawan


Ber-husnu dzon (berbaik sangka kepada Allah) adalah salah satu ibadah hati yang agung dan tidaklah lengkap keimanan seorang hamba tanpanya. Hal itu disebabkan karena berbaik sangka kepada Allah merupakan bagian dari konsekwensi tauhid yang paling dalam. Berbaik sangka kepada Allah adalah berprasangka yang sesuai dengan keagungan dan kemuliaan nama-nama dan sifat-sifat-Nya yang akan berpengaruh pada kehidupan seorang mukmin seperti yang diridhoi oleh Allah azza wajalla. Dengan kata lain, seorang hamba ber-husnu dzon manakala ia beranggapan bahwa Allah mengasihinya, memberi jalan keluar dari kesulitan dan kegundahannya. Hal itu ia lakukan dengan tadabbur (merenungi) ayat-ayat dan hadis-hadis tentang kemuliaan, pengampunan Allah dan apa-apa yang dijanjikan-Nya bagi orang-orang yang bertauhid.  

Berniaga Dengan Allah

Oleh: Abu Kholid

Sumber: Klik
Pada hakekatnya manusia menginginkan keuntungan dalam kehidupannya. Baik itu kehidupan dunia maupun akhirat. Untuk itulah mereka berusaha keras supaya mendapatkan keuntungan yang diinginkannya sekaligus terhindar dari kerugiannya.

Hal ini adalah wajar, mengingat Allah telah memberitahukan kepada mereka bahwa orang yang beruntung itu akan mendapatkan kesenangan dan sebaliknya orang yang merugi akan mendapatkan kesusahan. Tetapi sayang, kebanyakan manusia hanya menginginkan dan menerapkan hal ini dalam usaha dan urusan yang bersifat duniawi belaka, sedangkan untuk urusan akhirat mereka hanya merasa cukup dengan 'hasil' yang pas-pasan dan seadanya. Ini merupakan refleksi dari kuatnya dominasi hawa nafsu dan kecintaan terhadap dunia dalam diri mereka.
 
Blogger Templates