Social Icons

.

Pages

Sabtu, 11 April 2015

SEBAB SEBAB YANG MENOLONG SEORANG MUSLIM TERHINDAR DARI DOSA

::Ust. Ali Bazher

Bukanlah sebuah fenomena yang bisa disangkal lagi bahwa umat Islam saat ini telah jauh dari agama dan Tuhannya. Umat ini telah banyak meninggalkan perintah Allah dan sebagian besar hal ini terjadi disebabkan karena mereka telah melampaui batas di dalam kehidupan ini. Entah karena berlebih-lebihan di dalam menjalankan agama ini ataukan mereka justeru melecehkan bagian-bagian dari agama yang agung ini. Hal ini Nampak begitu jelas di hadapan mata kita semua ketika banyak dari manusia telah bergelimang dengan perbuatan keji dan dosa. Dan sarana dan juga jalan yang menggiring mereka untuk berbuat dan bergelimang dosa tersebut begitu mudahnya didapatkan dan diperoleh. Butuh upaya yang keras dan usaha yang tidak kenal lelah untuk menghindarkan diri kita dari semua itu. Bahkan untuk seorang beriman pun mereka membutuhkan usaha dan energi yang berlipat ganda untuk bermujahadah (bersungguh-sungguh) di dalam membentengi diri mereka dari setiap sarana dan juga jalan yang mengarah ketepi jurang kehancuran dan kenistaan. Setiap muslim yang berupaya menjaga dirinya dan keluarganya bak memegang bara api sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah dalam sabdanya,

يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

“Akan datang kepada manusia suatu zaman, seorang yang bersabar di atas agamanya seperti memegang bara api”. (HR At Tirmidzi dari sahabat Anas hadits ini berderajat hasan li ghairihi; lihat di Ash-Shahihah no. 957)

Al-Imam Al-Hafizh Adz-Dzahabi Rahimahullah

Salah satu karya Imam Adz-Dzahabi
Nama Dan Nasab Al-Imam Al-Hafizh Adz-Dzahabi Rahimahullah

Nama lengkap Al-Imam Al-Hafizh Adz-Dzahabi rahimahullah adalah Muhammad bin Ahmad bin Utsman bin Qaimaz bin Abdullah At-Turkmani Al-Fariqi Asy-Syafi’i Ad-Dimasyqi, yang berkunyah Abu Abdillah dan terkenal dengan sebutan Adz-Dzahabi.

Adz-Dzahabi berasal dari kata adz-dzahab yang berarti emas. Nama ini beliau dapatkan dikarenakan ayahnya adalah seorang pengrajin emas, dan beliau pun pernah berprofesi sebagai pengrajin emas. Yang pada akhirnya nama inilah yang lebih dikenal hingga sekarang daripada nama asli beliau, dan beliau memang pantas untuk digelari sebagai “emas” karena ilmu dan jasa beliau selama hidupnya.

Kelahiran Al-Imam Al-Hafizh Adz-Dzahabi Rahimahullah

Al-Imam Al-Hafizh Adz-Dzahabi rahimahullah dilahirkan pada Rabiul Akhir 673 H/ 1274 M di daerah yang bernama Kafarbatna di dataran padang hijau Damaskus, di tengah sebuah keluarga yang berasal dari Turkmenistan, yang ikut secara kewalian kepada kabilah Bani Tamim, dan mereka menetap di kota Mayyafarqin dari daerah Bani Bakar yang paling terkenal.

Perjalanan Al-Imam Al-Hafizh Adz-Dzahabi Rahimahullah Dalam Menuntut Ilmu Agama

Al-Imam Al-Hafizh Adz-Dzahabi rahimahullah tumbuh di tengah keluarga yang cinta ilmu dan agama. Ayah beliau bernama Ahmad bin ‘Ustman rahimahullah adalah orang yang baik, bertakwa, dan cinta ilmu. Ayahnya pernah mempelajari kitab Shahih Al-Bukhari pada tahun 666 H dari seorang guru, Miqdad bin Hibbatillah Al-Qaysi rahimahullah. Keluarganya memberikan perhatian yang besar kepada beliau dengan mengirimnya kepada para syaikh (guru besar) yang terkenal di kota Damaskus. Al-Imam Al-Hafizh Adz-Dzahabi rahimahullah telah berhasil mendapat ijazah (rekomendasi) dari mereka semenajk masih kecil, ketika ia beliau belum genap delapan belas tahun. Perhatiannya terhadap ilmu sangat tinggi.

Perhatiannya bermula dari ilmu qira’ah dan hadits. Hal ini ditunjang dengan kepiawaian dan kecerdasaannya dalam berdiskusi dan memahami ilmu, serta kemampuannya yang luar biasa untuk mengingat dan menghafal, dan cita-citanya yang tinggi untuk bertemu para ulama dan berpetualang dalam menuntut ilmu.

Al-Imam Al-Hafizh Adz-Dzahabi rahimahullah telah mencurahkan kesungguhan dalam menekuni kedua disiplin ilmu itu secara langsung dari guru besar negeri Syam yang paling masyhur pada masa itu. Beliau juga berpetualang ke Mesir, Mekah, Madinah, dan beberapa kota lain untuk tujuan yang mulia ini, hingga ilmunya menjadi rujukan (referensi) kaum muslimin. Nama beliau pun mulai bergaung di dunia Islam, dan para penuntut ilmu berdatangan dari segala penjuru. Beliau pun menjadi seorang imam dalam ilmu qira’ah, penghafal hadits yang ulung, salah seorang ulama yang unggul dalam kritik hadits, dan ternama di dalam Al-Jarh Wa At-Ta’dil.

 
Blogger Templates