Social Icons

.

Pages

Minggu, 27 April 2014

Amanah Sifat Pewaris Surga Allah

(Segera miliki koleksi majalah Al-AKHBAR edisi terbaru. Infaq Rp. 7.500,- (via SMS; 085606519111))

Bukan milik kita? Ya jangan mengaku-ngaku itu milik kita.

Tanah itu milik tuan Ahmad, ya jangan mengaku-ngaku tanah itu milik kita. Motor itu milik tuan Mahmud, ya jangan mengaku-ngaku motor itu milik kita. Rumah itu tuan Muhammad, ya jangan mengaku-ngaku rumah itu milik kita.

Sampai hal yang kecil sekalipun, baik itu niatnya kita untuk jaga gengsi biar kelihatan punya segalanya ataupun kita malah berniat untuk merampas hak milik orang lain.

Di depan hakim sebagian orang nekad berakting dan bersumpah palsu, merekayasa fakta, mengubah data, agar bisa mengambil harta milik orang lain. Apalagi jika pemilik harta yang asli adalah orang tidak berdaya, orang miskin, orang yang tak punya kekuasaan, orang yang sudah renta, yang memiliki tanah luas dan potensial bagi ekonomi.

Kebiasaan mengklaim yang bukan milik kita ini harus segera dikikis habis, jika ingin merasakan kehidupan dunia yang bahagia dan kehidupan akhirat yang penuh nikmat jauh dari laknat. Bagaimana kiatnya? Al-Akhbar edisi ini akan menjabarkan targhib dan tarhib sekaligus tips agar kita tidak lagi suka mengaku-ngaku.

Untuk lebih menguatkan pesan, kajian utama edisi kali ini dilengkapi dengan pembahasan tentang amanah oleh Ustadz ‘Ali Basher, sekalipun beberapa edisi yang lalu redaksi sudah pernah memuat pembahasan tentang amanah, tapi pembahasan kali ini dilihat dari sudut pandang berbeda, sehingga tetap menarik.

Sabtu, 26 April 2014

Lahir Menunjukkan Apa-Apa yang Tersembunyi


Al-Imam As-Syatibi Rahimahullah berkata : “ 
Barangsiapa yang melihat kepada sebab-sebab antara baik dan buruknya maka akan mendapatkan ketetapan besar yang menetapkan berlakunya sebab apakah sesuai dengan yang disyariatkan atau bertentangan dengannya. 

Dari sinilah amalan-amalan lahir dijadikan sebagai bukti dan dalil dalam syariat untuk menunjukkan apa yang ada didalam batin, jika lahirnya menyimpang maka batinnya juga menyimpang. Dan jika lahirnya lurus maka batinnya dihukumi lurus pula. Dan dia (kesesuaian lahir batin) sebagai dasar umum dalam masalah fiqih dan hukum-hukum kebiasaan. Bahkan dengan melihat kepadanya (lahir dan batin) sangat bermanfaat dalam kebanyaan hukum syariat. 

Dalil yang menjelaskan akan hal itu banyak sekali. Cukuplah sebagai bukti yang menunjukkan akan kesesuaian lahir dan batin adalah saat melihat keimanan seorang mukmin, kekafiran seorang kafir, ketaatan seorang yang taat, kemaksiyatan seorang yang berbuat maksiyat, kelurusan orang yang berbuat adil, dan kecelaan orang yang tercela. Dan dengan kesesuaian lahir dan batin pula akan terburai ikatan-ikatan dan akan terikat perjanjian-perjanjian dll. Kesesuaian lahir dan batin juga sebagai pokok pembebanan syariat dalam masalah tegaknya batasan syiar-syiar Islam baik yang khusus ataupun yang umum “. (Lihat kitab “al-Muwafaqat” karangan Asy-Syathibi jilid 1 hal 233).

Syaikul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah mengatakan : “ Allah Ta’ala berfirman :

Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir Padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, Maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. (QS. An-Nahl 106). 

Lahir Selalu Mengikuti Batin

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan dalam hadits shohih :

أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلاَ وَهِيَ الْقَلْب

Ketahuilah, sesungguhnya didalam tubuh terdapat segumpal darah. Jika ia (segumpal darah) baik maka baik pulalah seluruh tubuh dan jika ia rusak maka rusak pula seluruh tubuh, ketahuilah bahwa ia adalah hati. (H.R. al-Bukhari dan Muslim)
Ibnu Taimiyah Rahimahullah mengomentari hadits ini dan berkata : “ Sesungguhnya iman adalah perkataan dan perbuatan : perkataan batin dan lahir serta perbuatan batin dan lahir pula. Lahir selalu mengikuti apa yang ada dalam batin. Setiap batin yang baik akan nampak pada lahirnya yang baik pula, dan jika batinnya rusak akan rusak pula lahirnya. Untuk itulah ada salah seorang sahabat Nabi berkata tentang orang yang bergurau dalam sholatnya : seandainya orang ini hatinya khusuk maka akan khusuk pula gerakan tubuhnya “. (lihat kitab al-Iman karya Ibnu Taimiyah Rahimahullah hal. 159 penerbit ad-Dar al-Muhammadiyah).

Sabtu, 05 April 2014

Awas!! Wajah Baru Sihir di Sekitar Kita

Segera miliki koleksi majalah Al-AKHBAR edisi terbaru. Infaq Rp. 7.500,- (via SMS; 085606519111).

Pembaca yang dirahmati Allah,
Puji syukur atas rahmat Allah SWT, marilah senantiasa kita gemakan dalam setiap hembusan langkah kita. Selalu menyadari bahwa keberadaan kita di dunia ini, hanyalah sebuah rangkain kehidupan yang akan bermuara kelak di akhirat. Tentu saja pilihannya tergantung dari apa yang kita lakukan saat ini. Islam telah secara detail memberikan referensi dan informasi super akurat dari pencipta dan pemilik alam ini, Allah SWT.

Sahabat yang berbahagia,
              Maka dari itu, sebagai muslim, tentu saja harus berpegang teguh pada ketentuan dan ketetapan Allah yang sebagaimana termaktub dalam Al-Quran. Nah, edisi kali ini, Al-Akhbar mengangkat kajian utama yang bertajuk “Betapa Mulianya Generasi Qur’ani”. Melalui kajian ini, kita akan bersama melihat kembali bagaimanakah hukum mempelajari dan mengamalkan Al-Quran. Serta apakah larangan-larangan di keduanya.
              Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi maha Mensyukuri (QS. Al-Fathir: 29-30). Sebaik-baik kamu adalah yang mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an (HR. Al-Bukhari 4739, at-Tarmidji 2908, Abu Daud 1452, Ibnu Majah 211, Ahmad 1/69, dan ad-Darimi 3338)
              Semoga saja melalui kajian utama edisi ini, kita akan semakin lebih mencintai Al-Qur’an. Menjadi generasi yang selalu berpegang teguh, dengan mempelajari dan mentadaburi kitab allah SWT. Jazakumullah..

Berikut bahasan di edisi ini (95):

#Akhbar Kajian Utama
Betapa Mulianya Generasi Qur'an

#Akhbar Akidah
Awas!! Wajah Baru Sihir di Sekitar Kita

#Akhbar Akhlak
Milikilah Kepekaan

#Akhbar Manhaj
Jangan Putus Silaturahim

#Akhbar Tazkiyatun Nufus
Keimanan Perhiasan Terindah Seorang Hamba

#Akhbar Nasihat
Ujub Yang Paling Bahaya

#Akhbar Shiroh
Al-Imam Al-Hafizh Ibnu Katsir Rahimahullah

#Akhbar Psikologi
Komunikasi Yang Berseri

#Akhbar Opini
Sudah Berdampak Positifkah Ibadah Haji Kita?

 
Blogger Templates